
Apa itu bazi
Bazi (dibaca Pa Ce), atau yang dikenal sebagai “Empat Pilar Takdir” dalam budaya Barat, merupakan sistem metafisika Tiongkok kuno yang digunakan untuk menganalisis dan memprediksi perjalanan hidup seseorang.
Sistem ini didasarkan pada penerjemahan tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran individu ke dalam delapan karakter Tiongkok yang disebut “Ba Zi” (八字).
Bagaimana cara kerjanya?
Bayangkan Bazi seperti “kode rahasia” yang tersimpan dalam tanggal lahir kita. Tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran kita diterjemahkan ke dalam delapan karakter. Karakter-karakter inilah yang menjadi kunci untuk “membaca” peta jalan hidup kita.
Setiap karakter dalam Ba Zi merepresentasikan elemen-elemen dasar dalam astrologi Tiongkok, yaitu Yin dan Yang serta Lima Elemen (Logam, Air, Kayu, Api, dan Tanah).
Dengan menganalisis interaksi dan keseimbangan elemen-elemen tersebut, seorang ahli Bazi dapat mengidentifikasi potensi, peluang, dan tantangan yang mungkin dihadapi individu dalam berbagai aspek kehidupan, seperti karir, hubungan, keuangan, dan kesehatan.
Mengapa Bazi dapat memprediksi takdir seseorang? Apakah ini hanya takhayul atau kepercayaan?
Meskipun kerap disalahartikan sebagai bentuk ramalan, Bazi sesungguhnya merupakan sistem astronomi dan astrologi yang kompleks dan telah dikaji selama berabad-abad.
Saat kita lahir, kita dipengaruhi oleh sebuah sistem energi. Jenis energi yang mempengaruhi kita ini dapat dibaca melalui pergerakan bintang, planet, dan konstelasi dalam tata surya.
Di masa lalu, para pemikir dan ilmuwan kuno mempelajari dan mengamati pola perilaku manusia yang lahir di bawah konfigurasi bintang tertentu, berdasarkan statistik dan data pengamatan yang dikumpulkan, dari pola yang ada kemudian mereka mengembangkan metodologi dan rumusan formula untuk memprediksi jalan hidup seseorang.
Teknik-teknik ini disempurnakan selama beberapa generasi untuk mencapai tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Studi Bazi adalah seni dan sains. Tidak ada unsur agama atau takhayul.
Sejarah Bazi
Bazi sendiri sebetulnya adalah turunan dari ilmu astronomi kuno yang berasal dari peradaban Babilonia pada kurun waktu 3000 sebelum masehi oleh seorang ilmuwan kuno bernama Harmas atau Enoch (dalam bahasa Yunani) atau Idris (dalam agama Islam). Kemudian ilmu ini dikembangkan di masing-masing kebudayaan menjadi ilmu-ilmu seperti Astrologi Barat, Tzolk’in oleh suku Maya, Astrologi Veda di India, Ilmu Falaq di Arab, Primbon di kebudayaan Jawa dan Bazi dalam kebudayaan Tiongkok.
Ilmu ini menjadi berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Tiongkok yaitu oleh Dinasti Han di Tiongkok Kuno. Sistem ini kemudian disempurnakan pada Dinasti Song oleh seorang ahli bernama Xu Zi Ping. Karya Xu Zi Ping, yang dikenal dengan judul “Yuan Hai Zi Ping” (淵海子平), menjadi tonggak penting dalam perkembangan ilmu Bazi dan menjadi rujukan bagi para praktisi Bazi hingga saat ini.
Sampai detik ini, Bazi menjadi satu-satunya ilmu astrologi dengan data pengamatan dan dokumentasi paling lengkap didunia yang tercatat secara rapi sejak 4000 ribu tahun lalu (sekitar 2000 SM).